Langsung ke konten utama

Progress majestic Point Serpong Oktober 2018

Prioritas Land Indonesia (PLI) di salah satu proyeknya, Apartemen Majestic Point Serpong (MPS) menjalin kerjasama dengan Universitas Esa Unggul untuk program internasional.

Marcellus Chandra, Direktur PT PLI mengharapkan dengan adanya kerjasa sama ini okupansi di apartemen yang terletak di diantara segitiga emas Gading Serpong, Karawaci, dan Alam Sutera ini bisa meningkat.

“Selain itu, dengan banyaknya mahasiswa yang berkuliah di Tower Lucia Majestic Point Serpong ini, unit yang tersisa juga bisa terjual dan bisa memberi kepastian sewa bagi investor yangg membeli untuk disewakan,”katanya Minggu (2/9/2018).

Marcellus menjelaskan saat ini, harga jual per unit mulai dari Rp470 juta untuk tipe studio dengan luas 22,9 meter persegi dan Rp1,2 miliar untuk ukuran 54 meter persegi.

Selain itu lanjutnya, bulan ini perusahaan juga menawarkan promo Logam Mulia 10 Gram dan Subsidi DP 5%.

Majestic Point Poin Serpong merupakan Apartemen 32 lantai yang terdiri dari 900 unit apartemen dan dilengkapi dengan 50 unit sarana pendukung berupa kios, SOHO (Small Office Home Office), dan ruko (rumah toko). MPS juga terdiri dari dua tower, Tower Lucia dan Tower Khan.

Sementara itu Kampus Esa Unggul Program Internasional berada di area podium dengan luas 1000 meter persegi, atau terdiri dari dua lantai.



Pusat Program Internasional

Sementara itu, Dr. Fransiskus Adikara, Direktur Kampus Internasional Gading Serpong, Univesitas Esa Unggul mengungkapkan, pihaknya akan menjadikan kampus yang terletak di Majestic Point Serpong, yang berlokasi di Gading Serpong ini sebagai pusat untuk semua Program Internasional Universitas Esa Unggul.

“Kalau dari segi market, Gading Serpong sangat mendukung, karena banyak sekali calon-calon mahasiswa dari kalangan ekonomi menengah atas di daerah ini. Bahkan kedepannya, kami akan memindahkan semua Program Internasional yang saat ini ada di Kampus Pusat Kebon Jeruk ke Kampus Internasional Gading Serpong,” kata Frans.

Frans menuturkan, Kampus Internasional Gading Serpong, Universitas Esa Unggul secara resmi akan mulai menjalankan perkuliahan pada Senin, 3 September 2018.

Kampus International Gading Serpong Universitas Esa Unggul, sambung Frans, saat ini telah menjaling kerjasama dengan sejumlah universitas di berbagai negara, seperti Inggris, China, Taiwan, dll.

Para mahasiswa akan menjalankan perkuliahan selama 2 tahun di Indonesia dan 2 tahun di kampus luar negeri contohnya China, yang telah menjadi mitra perusahaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Progress Pembanguanan Majestic Point Serpong 2017

Progress Pembanguanan Majestic Point Serpong | PT Prioritas Land Indonesia memiliki beberapa proyek yang dibangun di Jakarta dan Bali. Salah salah satunya adalah Apartemen Majestic Point Serpong, Tangerang, Banten. Pada tahun 2015 lalu, PT Prioritas Land Indonesia telah melakukan serah terima tahap awal. Apartemen berkapasitas 900 unit itu dibangun pada April 2013 dan melakukan tutup atap (topping off) pada Februari 2015. "Dengan dijalinnya kerjasama ini, PT PLI berharap agar proyek Majestic Point Serpong dapat rampung di tahun 2017 dan dapat diserahterimakan dengan kondisi yang terbaik, sehingga investasi dari para konsumen dapat meningkat dengan maksimal" kata Direktur Utama PT Prioritas Land Indonesia, Marcellus Chandra, di Jakarta, Kamis (6/4/2017). Menurutnya, tingkat capital gain yang tinggi apartemen MPS didasarkan pada kepercayaan dan kepuasan konsumen terhadap suatu properti. Hal itu didukung pembuktian penjualan pasar kedua (second market) yang ti...

Prioritas Land indonesia (PLI) Tawarkan Konsep Juragan Kos dengan Modal Rp10 Juta

PT Prioritas Land Indonesia menawarkan konsep juragan kos kepada para konsumen melalui apartemen Majestic Point Serpong dengan modal yang sangat kecil, yakni Rp10 juta. Presiden Direktur PLI Marcellus Chandra mengatakan awal ide untuk mencetuskan konsep tersebut muncul setelah melihat banyak masyarakat, khususnya di daerah Tangerang yang ingin mempunyai  passive income  dengan cara membangun kost-kostan, namun terkendala biaya yang cukup mahal. Padahal, kata Marcell, di sekitar Serpong banyak masyarakat perantau dari luar daerah, seperti mahasiswa, profesional, bahkan pegawai-pegawai biasa yang mencari tempat tinggal di kontrakan atau kost-kostan. Dengan demikian, banyak orang yang merasa optimis bahwa memiliki rumah kost pasti akan menguntungkan. "Contohnya saja di daerah apartemen MPS ini banyak sekali kampus dan perkantoran. Itu sudah pasti mahasiwa dan karyawan itu butuh tempat tinggal karena banyak sekali di antara mereka itu berasal dari luar daerah. Untuk ...